Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 717)

Kemudian mereka menumpahkan perhatian pada pelarian itu. Sebab, sesaat setelah mereka bersalaman, mereka mendengar tembakan dan melihat perluru seperti kembang api menyembur-nyembur dari dua heli yang lain ke arah depan mereka. Saat itu keempat pelarian itu baru menyadari bahwa selain heli yang mereka naiki masih ada dua heli lain yang mengawal. “Sir, ada empat pesawat [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 716)

Namun dalam rekaman selanjutnya, nampaknya hari telah siang, kelihatan sesosok berlari di antara belantara dan sekilas-sekilas menjadi jelas saat dia melewati rawa yang tidak ditutpi daun kayu. “Itu si Bungsu…!” serua Ami. “Ya, itu si Bungsu..! “ ujar Kolonel MacMahon. Mereka yang di ruangan itu saling berpandangan. “Peristiwa di padang lalang saat heli menjemput kami, [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 713)

Dengan cara seperti itu, goa itu tidak hanya menjadi terasa hangat tetapi juga tak bernyamuk. Di bara yang menyala itu Smith dan Jock Graham membakar daging rusa. Kendati sudah dua hari mereka makan daging rusa yang ditimpuk si Bungsu itu, ternyata masih saja banyak yang tersisa. Selain itu, Cowie menebang tiga batang pisang emas yang [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 712)

Di sana ada tujuh anak muda berambut panjang dan pakaian semaunya, bersama empat cewek yang nyaris tanpa pakaian. Cowie dan ke dua anak buahnya men datangi meja itu. “Halo….” sapa Cowie. Ke tujuh anah muda itu melihat yang menyapa mereka seorang Negro berambut pendek. Kemudian ada dua lelaki kulit putih yang juga berambut pendek. “Niger, [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 711)

Sebenarnya, kalau pun dia membawa senjata, belum tentu apa yang dia ucapkan akan terjadi. Bahwa dia akan menembak mati lelaki yang menyerongi isterinya itu. Sebab, saat dia menangkap basah kedua orang itu, Smith tak sempat menghajar lelaki yagn meniduri isterinya di kamar hotel tersebut. Dia hanya tertegak mematung. Dia tak yakin bahwa isterinya akan berselingkuh [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 710)

Dua kelompok kemudian bergabung setelah kami membumi hanguskan kamp tentara Vietnam. Saya memilih tinggal di belakang, menahan dua regu Vietnam yang memburu kami. Ketika saya berhasil menahan para pengejar dan tiba di tempat penjemputan, saya lihat keadaan amat kritis. Kalau heli itu tidak berangkat segera, mereka semua akan terbunuh. Saya yang masih berada belasan meter [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 709)

Si Bungsu memperlihatkan kepada Smith dua buah batu yang besar hampir sebesar jempol jari kaki. “Untuk apa itu?” “Pengganti senapan….” Smith sudah hampir mengatakan orang di depannya itu gila. Namun ketika tiba-tiba dia teringat selama dua hari ini si Bungsu ‘menangkap’ ikan hanya dengan lemparan batu, dia mengurungkan niatnya mengatakan si Bungsu gila. “Anda juga [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 707)

Tentara Vietnam memang meneruskan pemburuan nya. Namun mereka terpaksa bergerak amat lambat, karena sulit menemukan jejak para pelarian. Kesulitan itu muncul karena sebahagian besar hutan itu adalah hutan dengan rawa yang dalam. Jejak yang ditinggalkan pelarian dapat dilihat dengan jelas. Namun untuk memburu orang-orang itu di dalam rawa, yang kadang-kadang kedalamannya mencapai setinggi kepala itu, [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 706)

Kini keempat mereka sudah berkumpul. Ketika ditanya mengapa secepat itu dia bisa menyusul, si Bungsu bercerita ala kadarnya. Semula, beberapa saat setelah dia menyuruh ketiga orang itu melarikan diri arah ke barat, dia bertahan di balik sebuah pohon besar yang tumbang. Dari sana dia menembaki tentara Vietnam, untuk mengalihkan perhatian mereka. Saat akan pergi dari [...]

Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 705)

Smith tak berani bergerak dari dalam air. Kepalanya saja yang nongol di permukaan air. Ma­tanya liar menatap ke kiri dan kanan. Dia merasa tak ada gunanya lari ke darat, sudah terlambat. Jika dia bangkit, dia akan menjadi sasaran tembak. Cowie berlindung di balik sebatang kayu, tak jauh dari Jock Graham. Suasana tiba-tiba dicekam sepi yang [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.