Dia berhenti bicara. Menatap keenam lelaki itu dengan tajam. Sejak mereka mengata-ngatai Datuk Penghulu tadi dia sudah merasa mual. Karenanya dia merasa lebih baik berada di luar ruangan itu daripada mendengar pembicaraan yang menyesakkan dadanya ini. Lelaki yang berbaju kuning berdiri. “Kau tak bisa berbuat sekehendakmu buyung. Daerah ini daerah perjuangan. Kami telah membaginya dalam [...]
