BAB V TERLEPAS DARI KEPUNGAN MUSUH

Setiap saat pertempuran dapat berkobar di sekitar piramida, namun para tawanan masih tetap terkurung dalam bangunan itu. Mereka membicarakan segala kemungkinan akan pembebasan. Segenap harapan dipusatkan mereka kepada Sternau. Hingga kini sudah dua malam berlalu, waktu yang terasa sebagai berabad lamanya. Air minum sudah hampir habis. Makanan pun sudah tinggal sedikit lagi dan setiap kali [...]

BAB IV MATA-MATA

Di sebelah barat laut gurun Mapimi terdapat beberapa sungai yang mengalir ke situ serta membuat tanahnya subur ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. Padang-padang rumput diselingi oleh hutan-hutan lebat terdapat di daerah itu hingga sampai di barat laut Mexico. Di situ terdapat dataran-dataran tempat suku Apache bermukim. Orang-orang Apache ketika itu berada di salah satu hutan. Mereka dipimpin oleh [...]

BAB III KEPALA-KEPALA SUKU

Di perbatasan Mexico mengalir Sungai Rio Grande del Norte. Di sebelah selatan sungai itu terdapat sebuah dataran tinggi dengan beberapa pegunungan yang menuju ke arah timur. Di situ terdapat padang-padang rumput tempat bermukim bangsa Comanche. Bangsa Comanche didatangkan ke Mexico untuk membantu pasukan pemerintah di bawah pimpinan Herrera. Mereka suka sekali memenuhi panggilan itu karena [...]

BAB II DI DALAM PIRAMIDA

Setelah Sternau terlepas, Verdoja selekasnya mengamankan para tawanan dari tindakan “Ratu Batu Karang”. Di tepi gurun ia menempatkan beberapa orang yang mendapat tugas menangkap ataupun menembak mati Sternau. Tangan para tawanan dilepas belenggunya agar mereka dapat memegang kendali. Mereka bekerja dengan cermat sekali, sehingga meniadakan segala kemungkinan bagi para tawanan untuk membebaskan diri. Gerombolan yang [...]

BAB I DICULIK

Masa penuh ketegangan di hacienda del Erina itu berganti dengan masa tenteram damai. Sternau belum mau berangkat sebelum Anton Unger sembuh dengan sempurna. Setiap perubahan yang tidak dapat diperhitungkan lebih dahulu dapat membahayakan kesehatannya, bahkan hidupnya. Empat belas hari kemudian keadaan si sakit mencapai kemajuan yang sangat pesat. Ia boleh meninggalkan tempat tidurnya. Delapan hari [...]

BAB V DI HADAPAN DEWAN KEHORMATAN

Ketiga perwira itu setelah ditinggalkan oleh Sternau dan Mariano masih lama tinggal di medan pertempuran. Tangan Pardero hancur, namun tidak mengeluarkan banyak darah sehingga hanya membutuhkan kain pembalut sederhana saja. Keadaan Kapten berbeda. Tangan malang yang empat kali terkena itu, lukanya agak dalam dan darah bercucuran keluar. Nampaknya sebuah urat nadi terkena. Pendarahan di tempat [...]

BAB IV PERANG TANDING GANDA

Sternau pergi berjalan-jalan ke padang rumput. Ia menangkap seekor kuda, mengendarainya selama beberapa waktu di padang yang sangat luas itu. Kemudian ia kembali lagi lalu melepaskan kudanya di padang itu. Ia berjalan kaki ke hacienda. Dekat pintu pagar ia berjumpa dengan Letnan Pardero. “Hai Senor Sternau!” seru perwira itu tanpa mempedulikan tata karma yang layak. [...]

BAB III KAPTEN PASUKAN BERTOMBAK

Senja hari riuh terdengar derap kaki kuda, menandakan bahwa pasukan bertombak sedang datang. Hanya para perwira dibolehkan tinggal di rumah, para prajurit terpaksa harus tidur di kolong langit. Kapten Verdoja bersama para perwira diterima di ruang tamu. Setelah disambut dengan segelas minuman, maka Hermoyes yang berusia lanjut itu mengantarkan tuan-tuan itu ke kamar mereka. Emma [...]

BAB II BENITO JUAREZ

Pablo Cortejo benar-benar telah berada di hacienda yang terdekat. Untuk mencapai tujuannya ia telah menyewa segerombolan petualang yang kebetulan dijumpainya. Mula-mula gerombolan itu disuruh menyerang serta membunuh Sternau bersama kawan-kawannya. Usaha itu gagal, karena ketiga orang itu diperingatkan oleh Kepala Banteng lalu diantarkan ke tujuannya. Kemudian dirancangkan penyerbuan ke hacienda del Erina. Mereka tinggal dekat [...]

BAB I MATAVA-SE, RAJA BATU KARANG

Seminggu setelah kedatangan Sternau, Dryden mengajaknya bepergian menunggang kuda. Mereka pergi ke luar kota dan membiarkan kudanya lari seenaknya di atas tanah yang bergunung. Pada perjalanan pulang mereka melihat tembok panjang di tepi jalan dan orang Inggris itu berkata, “Akhirnya hari ini dapat saya memenuhi janji.” “Maksud Anda mengenai makam itu?” “Benar,” kata Dryden sambil [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.