Kala Purnama Hampir Terbenam

Belenggu-belenggu tiada membelenggu

Ikat-ikat tiada mengikat

Petapa tua keluar menyibak alam abadi

Tawa-tawa telah berhenti

Maya berganti abadi

Petapa tua menyapa purnama di ujung malam tiada bintang yang sanggup halangi purnama n’tuk ceburkan diri

Ketika itu…

Kuikuti petapa itu membuka alam sunyi

Petapa berkata: Habiskanlah bayangmu dalam satu. Jadilah abadi dalam Aku.

Kala itu…

Purnama hampir terbenam

Ketika air telah melebur

Ketika api telah membaur

Ketika angin telah menggumpal

Ketika tanah telah menyatu

Ketika nurku tiada menggantung

Lepaslah belenggu dari membelenggu

Lepaslah ikat dari mengikat

Petapa tua mengajarkanku terbang

Seperti sinar purnama yang tiada pudar

Melintasi darah

Melintasi nadi

Melintasi belulang

Melintasi daging dan urat semburatku

Saat ini…

Purnama benar-benar terbenam ke dalam telaga suci dan petapa tua sudah tak kenal lagi kisah purnama yang hampir terbenam

Pasir Putih, 280304

2 Comments

  1. padiah mah da nop

    • katiko manulis puisi tu, kito takana kutiko gaek laki2 baru maninggaan duya ko…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s