Tanyakanlah Bila Ku Pulang

Tlah kau urai segala lapar asaku

Tlah kau telanjangi haus rinduku

Tidak pada dermaga usang

Tidak pada hempasan ombak

Tidak juga pada jingga langit senja

Namun tulus yang telah mengirisku

Kejujuran menjadi cakrawala

Teteskan suci ikat nawaitu kita

Lepas sudah semua rahasiaku

Kau telan bersama lembutmu

Tebarkan wangi-wangi dunia

Saat ini, ku tak tahu mesti berkata apa

Sebab kau genggam utuh diriku

Dan…

Jikalau tumbuh benih kerinduan di hatimu

Tanyakanlah bila ku pulang.

WoltmerhauserStr, Bremen, DE, 180508

1 Comment

  1. lah ba ujuang puisi ko jo?
    lah taragak bana tu?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s