Bagian 8

Bagian II

BAB VI

Menggunakan Sumber-sumber

Jika anda dapat mengumpulkan informasi dan menuliskannya secara tepat dan cerdas, anda telah mempunyai keterampilan yang bernilai tinggi. Lebih dari itu, anda telah mempunyai kemampuan bekerja melalui perbedaan pendapat dan alasannya, serta dapat menimbang bermacam data dan sumber yang berbeda, dan kemudian mensintesis informasi/data tersebut (tidak hanya mengumpulkan) sehingga dapat menilai pentingnya masalah riset yang akan/sedang dilakukan.

Tetapi jika kita hanya mengumpulkan informasi maka kita baru dikategorikan sebagai kolektor informasi dan belum dapat dikatagorikan sebagai orang yang terpelajar. Hasil tulisan yang telah ditulis orang terpelajar ini akan menjadi dasar bagi pekerjaan yang lain bahkan bagi kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan. Di Indonesia, para peneliti dihadapkan pada waktu yang sangat terbatas, sehingga banyak peneliti yang tidak mampu menganalisa dan mensintesis informasi untuk kemudian menuliskannya secara cerdas.

Menggunakan Sumber-sumber Sekunder

Banyak laporan ilmiah yang dipublikasikan yang tidak berguna bahkan berbahaya/menyesatan (harmful), karena penyusunnya terburu-buru atau tidak hati-hati dan tidak dibaca lagi secara kritis.  Ada dua prinsip untuk menggunakan sumber-sumber, yaitu sumber yang lebih baik berarti  daripada sumber yang “sedang-sedang saja” (medicore) bahkan “kurang baik”, dan kedua ketepatan ringkasan dari sumber yang baik kadang-kadang lebih berarti daripada sumber itu sendiri.

Kedua prinsip tersebut kelihatannya jelas, tapi penilaian terhadap sumber-sumber tersebut merupakan suatu seni tersendiri yang tidak mudah.

Sebagai catatan yang mesti dilakukan ketika kita mengunakan data sekunder antara lain:

  • Mencatat sumber data sekunder tersebut secara detail.
  • Memvalidasi data sekunder tersebut dengan pembanding atau referensi yang baik dan benar. Jika tidak ada pembanding dianjurkan menggunakan logika sesuai dengan keilmuan yang dimiliki.
  • Mengolah data dengan cepat dan benar.

Bacalah dengan Kritis

Menilai Sumber :

Langkah yang bijak dalam menilai suatu sumber adalah dengan membaca kritis. Karena dengan membaca kritis kita dapat mencari celah atau lubang dari sumber tersebut. Dengan mudah sumber tersebut bisa dinilai, apakah sumber itu baik atau tidak, sesuai atau tidak dengan penelitian yang kita kerjakan.

Untuk menilai sumber yang kita baca, beberapa tipsnya adalah seperti berikut:

  • Perhatikan betul saran agar anda menyempitkan hanya pada sumber-sumber yang penting saja.
  • Setelah anda menemukan sumber yang penting, bacalah semua jawaban secara kritis.
  • Jika anda menggunakan data primer atau kutipan yang ditemukan dari sumber sekunder, tandai sumber tersebut.
  • Lebih penting, jika sumber anda sangat medasar kan pada sumber sebelumnya cek juga sumber tersebut.

Berilah Catatan Lengkap

Anda akan kehilangan apa yang telah anda peroleh dari hasil bacaan jika anda tidak mencatat dengan baik sesuai dengan kualitas pemikiran anda. Beberapa orang melakukan catatan dalam kartu beberapa kesimpulan atau kutipan-kutipan penting yang dilengkapi dengan sumber yang dibaca.

Contoh format kartu :

Nomor buku di perpustakaan

Pengarang, judul, halaman                  Kata Kunci

Badan dari kartu, yang terdiri dari ringkasan sumber, kutipan , dan tulisan untuk riset kedepannya

Karena ukuran kartu yang kecil, kira-kira 3×5 cm, atau sebesar kartu ATM dan kartu nama, sangat kecil ruang untuk kita menuliskan semua yang ingin kita tuliskan, sehingga jika kita ingin menuliskan rangkuman penutup, parafrase, kutipan, dan rangkuman dari pemikiran sendiri dalam kartu yang sama dengan satu warna yang sama, maka lebih baik menuliskannya di kartu lain dengan warna berbeda dan dengan menggunakan paper clip pada kartu-kartu tersebut untuk menyatukannya.

Membuat Bibliografi data yang lengkap

Sebelum anda mulai membaca, buatlah data seluruh informasi kepustakaan Anda, seperti berikut : pengarang, judul, editor (jika ada), edisi, volume, tempat dipublikasikan, penerbit, waktu (tahun), dan jika suatu artikel ada dalam “terbitan bunga rampai” (anthology) atau journal, catat juga sumber tersebut.

Jika anda memfoto copy bagian dari buku, copy pula judul buku tersebut dan catat juga waktu penerbitannya di titik balik copy judul tersebut

Terakhir catat pula nomor telepon dan alamat e-mail perpustakaan dimana buku atau journal tersebut anda peroleh/pinjam. Jika sumber anda dari internet, simpan seluruh informasi tentang “dimana” dan “kapan” anda peroleh/download tidak hanya pengirim dan waktu saja tapi juga sumber elektronik, seperti discussion and news list, commercial database dan sebagainya.

Membuat Atribut-atribut/Kelengkapan yang Benar

Jika mencatat anda harus jelas dan secara konsisten bedakan ringkasan dari kutipan kalimat, dan bedakan pula kutipan kalimat dari kutipan langsung. Ringkasan adalah sebuah kalimat atau prosa yang dibuat dengan bahasa sendiri setelah membaca suatu sumber. Kutipan kalimat adalah mengambil kalimat yang dikutip dengan apa adanya. Sedangkan kutipan langsung adalah wawancara langsung atau diskusi dengan nara sumber memakai kalimat sendiri. Cara terbaik untuk membedakan bahasa kutipan kalimat dan bahasa sendiri adalah dengan copy kutipan kalimat tersebut lebih dari beberapa (2-3) baris, dan selalu mencatat halaman dari kutipan tersebut.

Membuat Konteks yang Benar

Setelah membaca sumber-sumber anda harus menyusun/mensistematika bahan-bahan yang diperoleh dengan alasan/cara (arguments) dan bahasa anda sendiri, serta kemudian anda harus menganalisis bahan-bahan ersebut.

Ketika anda mencuplik atau meringkas suatu sumber, hati-hati konteks kalimatnya harus benar. Tetapi jika anda membacanya dengan hati-hati dan anda membuat ringkasan dan kesimpulan sendiri  tanpa keluar dari konteksnya, hal itu sangat bailk.

Jika Anda mencatat, perhatikan tidak hanya kesimpulan saja tapi juga alasan utama yang mendukungnya. Dengan cara ini anda akan bekerja dalam hubungan antara alasan dan hal-hal yang berkaitannya (argued and related points). Ketika anda mencatat sesuatu pendakuan (claims) yang dibuat oleh sumber anda, perhatian manfaat relatif yang diuraikan secara retoris yang mendaku sebagai asli/orisinil. Apakah hal itu merupakan butir pedukung saja?

Yakinkan bahwa cakupan dan kepercayaan seseorang penulis dalam membuat pendakuan. Jangan membuat kesalahan sewaktu meringkas sumber. Jika berhubungan dengan sumber-sumber yang menyatakan suatu pendakuan, perhatikan apakah penulisannya menguraikan alasan-alasannya dengan baik.

Sebagai contoh dalam memandang suatu masalah dengan memehaminya secara benar adalah: menebang kayu dengan golok dan parang. Seseorang menebang kayu dengan golok tetapi menemui sisi yang keras, sementara orang lain menebang kayu dengan parang tetapi menemui sisi yang lemah. Dari contoh ini, tidak bisa diambil kesimpulan bahwa menebang kayu dengan parang lebih mudah dibandingkan dengan golok. Artinya kita harus melihat konteks dalam mengambil kesimpulan secara benar.

Dalam meringkas haruslah sesuai dengan maksud si penulis, walaupun kita tulis dalam bahasa kita sendiri.

Mencari Bantuan

Ketika kemajuan riset anda sudah dalam tahap yang pesat dan hal ini berarti juga tahap yang kritis/”bahaya” karena sudah banyak informasi yang terkumpul tapi apakah anda cepat pula menganalisisnya. Pada saat genting seperti itu anda memerlukan bantuan teman/teman sejawat atau pembiming atau seseorang yang bersimpati tapi kritis.

Beberapa Tips dalam Menggunakan Sumber

1. Menjadi akrab dengan cakupan sumber

  • Sebelum Anda memulai suatu sumber, perolehlah gambaran umum dari sumber tersebut.
  • Jika sumber anda adalah sebuah buku :

–          Bacalah beberapa kalimat dari tiap paragraf dalam pengantar

–          Lihatlah daftar isi

–          Pilihlah indeks untuk beberapa topik

–          Lihatlah bagian-bagian buku jika terbagi dalam beberapa bagian yang mempunyai judul dan ringkasannya

–          Jika buku tersebut sangat banyak halamannya, ringkaslah review yang dipublikasikan untuk memperoleh gambaran awal.

  • Jika sumber anda adalah suatu tulisan pendek

–          Bacalah abstrak jika ada

–          Lihatlah halaman-halaman yang diberi judul

–          Pilihlah pustaka

2. Menetukan Argumen Acuan

  • Bacalah pendahuluan, terutama beberapa paragraf terakhir, kemudian kesimpulannya.
  • Dengan demikian, anda akan menemukan pertanyaan masalah riset dan penyelesainnya.
  • Tandailah bukti-bukti yang mendukung pendakuan utama.

3. Mengidentifikasi Sub-bab Kunci

  • Ketika anda mempunyai gagasan dari masalah dan penyelesaiannya, anda dapat “membuang” sumber-sumber yang kurang berhubungan atau menyusunnya untuk bacaan akhir saja.
  • Jika tidak dapat diputuskan, lihatlah sub butir penting yang mendukung pendakuan utama.

4. Mengidentifikasi Tema Kunci

  • Ketika anda telah mempunyai catatan mengenai masalah riset, pendakuan utama, dan butir-butir pendukungnya, amatilah sumber-sumber yang dipakai untuk mendukung konsep utama.

5. Saringlah paragraf, jika perlu

  • Tahap 1-4 adalah tahap yang dipakai untuk mengumpulkan informasi apakah anda perlu meneruskan membaca sumber lebih cermat, tapi jika anda masih belum yakin, pilihlah setiap paragraf, dan carilah butir-butir atau ide penting.

Daftar Pustaka

Booth, W.C., G.G. Colomb., J.M. Williams., 1995. The Craft of Research. The University of Chicago. London.

Miharja, Dadang K,. 2004. Metodologi Penelitian Sains Kebumian. Jurusan Oseanografi FITB. ITB.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s