Bagian 11

BAGIAN III

BAB 8

Pendakuan dan Bukti

Dalam bab ini kita akan membahas dua hal (pendakuan dan bukti) yang harus dinyatakan secara jelas/tegas pada setiap argumen. Kedua hal tersebut sangat penting untuk setiap periset (pemula atau berpengalaman) ketika menyusun argument yang dapat dipercaya. Elemen utama dalam setiap laporan riset adalah pendakuan utama yang merupakan butir utama atau thesis umum.

Pengertian Thesis dan Disertation yang dipakai dalam Bahasa Indonesia

Thesis ditulis Tesis dipakai sebagai arti kata dari:

  1. Disertasi
  2. Asumsi
  3. Hipotesis
  4. Postulat
  5. Premis
  6. Proposisi
  7. Ide
  8. Jalan Pikiran
  9. Opini

Pengertian Thesis dan Disertation  (dari Wikipedia)

  • Awal mulanya kata “disertasi dan tesis tidak dipertukarkan. Ketika di Universitas kuno, pengajar yang memberikan kuliahnya yang melakukan tanya jawab dengan siswa, dimana siswa dapat mengambil poin dan mempertahankannya. Posisi yang memberikan pandangan dari sisi lain disebut tesis, sementara disertasi adalah kerangka berpikir dalam memperkuat pendapat ketika menyampaikan tesis.
  • Disertasi (disebut juga tesis atau diskusi) adalah sebuah dokumen yang menyajikan penelitian dan temuan penulis dan disampaikan untuk mendukung pencalonan gelar atau kualifikasi profesional.
  • Kata “Thesis” berasal dari bahasa Yunani yang berarti posisi dan mengacu untuk usulan ide/pendapat intelektual. “Disertation” berasal dari bahasa Latin yang berarti diskursus (pidato/risalah/penyampaian pendapat).  Kata tesis biasa digunakan untuk bagian dari program Sarjana atau Master, sedangkan Disertasi untuk program Doktor.

 

Thesis (Disambiguation) – dari Wikipedia

  • Thesis (dari bahasa Yunani θέσις) bisa berarti: pekerjaan akademik formal yang disebut juga sebagai disertasi.
  • Pernyataan tesis (argument pusat) dari sebuah esai disertasi, pekerjaan argumentative.
  • Istilah musik, bagian dari Arsis dan tesis, digunakan untuk mengacu pada bagian permulaan lagu atau bagian akses dari ukuran penurunan sebuah frase.
  • Tesis (badan perwakilan), sebuah organisasi akademik Jerman.
  • Huruf tesis. Sebuah huruf superfamily yang didesain oleh Lucas de Groot.
  • Tesis Lancia, sebuah mobil eksekutif dari Lancia.

Tesis, Antitesis, Sintesis (dari Wikipedia)

Tesis adalah proposisi (usulan ide/pendapat, biasanya dipakai dalam istilah bisnis) intelektual. Antitesis secara sederhana adalah lawan dari tesis, reaksi terhadap proposisi. Sintesis penyelesaian konflik antara tesis dan antitesis dengan menyampaikan/menyatukan kebenaran umum dari tesis dan antitesis lalu membentuk proposisi yang baru.

Menurut Walter Kauffman, ketiga istilah (tesis, antitesis and sintesis) sering diambil dari bagian analisis sejarah dan kemajuan filosofi yang disebut dialektika Hegelian, asumsi adalah kesalahan. Ketiga istilah ini sering juga disebut telah dikembangkan dan diadopsi oleh Karl Max dan Freidrich Engels, meskipun Max menyebutnya dalam Kemiskinan Filsafat sebagai pembicaraan bahasa Yunani dan “trikotomi Kayu”.

Pendakuan utama yang awal adalah hipotesis. Pendakuan utama merupakan puncak dari analisis anda, dan merupakan pernyataan apa artinya/pentingnya riset anda. Untuk menyakinkan dan mengubah pikiran/pendapat “pembaca” mengenai sesuatu yang penting dari riset anda, maka anda perlu memberikan nalar yang baik dan bukti yang dapat dipercaya. Pasangan tersebut (pendakuan dan bukti) merupakan inti yang konseptual dari setiap laporan riset. Jika kita membuat suatu pendakuan, memberikan nalar yang baik dan menambahkan kualifikasi maka kita termasuk menghargai pembaca. Artinya kita dalam membuat suatu pendakuan adalah berdialog dengan pembaca dan bukan memaksakan suatu pendakuan.

Pendakuan dan Bukti

  • Membuatlah pendakuan yang kuat. Hipotesis yang baik menjadi pendakuan yang baik pula.
  • Mengunakan pendakuan yang masuk akal untuk memandu riset anda.
  • Menyajikan bukti yang dapat dipercaya.
  • Menggunakan bukti untuk membangun dan menyusun makalah anda.
  • Saran cepat

 

Membuat pendakuan yang kuat

Pendakuan utama and merupakan “jantungnya” laporan anda, bagian tersebut yang mencerminkan sumbangan pribadi anda terhadap riset anda. Untuk mempertahankan dialog yang baik dengan “pembaca”, pendakuan anda harus memenuhi harapan “pembaca”. Harapan “pembaca” adalah pendakuan anda harus substantive (pokok/mendasar), contestable (dapat diuji) dan explicit (jelas). Kuat tidaknya suatu pendakuan sangat ditentukan oleh grup penelitian dan perkembangan ilmu yang sesuai dengan suatu pendakuan tersebut.

  • Suatu pendakuan harus substantif

Maksud substantif disini adalah suatu pendakuan harus menuju kepada hal yang utama.

  • Suatu pendakuan harus dapat diuji (teruji)

Ketika pembaca membaca pendakuan kita dan mengatakan tidak ada tulisan yang baru, maka kita telah membuang waktu pembaca dengan sia-sia. Jika kita memutar sudut pandang pembaca dari yang sudah dipercayainya maka itu akan diuji oleh pembaca. Dan jika dari sudut pandang tersebut telah teruji maka pembaca akan berpikir ini penting (signifikan).

  • Suatu pendakuan harus jelas atau spesifik

Pendakuan yang kita berikan pada pembaca harus dijelaskan dengan bahasa  yang mudah dimengerti, cukup detil (jelas) dan spesifik agar pembaca mengerti konsep utama yang akan dibangun dalam paper. Jika pembaca mengetahui bahwa banyak pengulanngan bahasa maka pembaca akan merasa tulisan kita koheren.  Dan jika pembaca belum mengetahui konsepnya maka akan terjadi kesalahan pemahaman dan membuat pembaca tidak terfokus pada konsep yang diberikan walaupun pada bagian yang inkoheren.

 

Menggunakan pendakuan yang masuk akal untuk memandu riset anda

“Pembaca” akan menolak pendakuan anda jika pendakuan tersebut tidak substantif, tidak teruji, dan tidak jelas. Kualitas tersebut juga penting bagi anda dalam melakukan riset dan menuliskan hasilnya. Anda akan mengerti sumber-sumber riset lebih baik jika anda dapat mengidentifikasi/menentukan pendakuan utama dan bukti yang mendukungnya. Jika anda dapat menyusun pendakuan yang substantif dengan topik dan konsep yang jelas, maka arahan riset anda akan lebih jelas terlihat.

Setiap pendakuan utama pasti membutuhkan bukti-bukti. Semakin jelas bahasa anda, semakin banyak bukti yang mendukung pendakuan, maka semakin bagus riset yang dilakukan maka akan didapatkan suatu kenyataan bahwa masih banyak riset yang harus  lakukan.

 

Menyajikan bukti yang dapat dipercaya

Pendakuan merupakan “jantungnya” makalah anda harus didukung oleh bukti. Jika “pembaca” menolak bukti yang anda berikan karena mereka berpendapat bahwa bukti tersebut lemah. Maka “pembaca” akan menilai bukti anda tidak akurat, tidak tepat, tidak cukup, tidak representatif, tidak otoritatif dan tidak benar. “Pembaca” mungkin juga menolak karena bukti anda tidak berhubungan (irrelevant),  atau tidak memadai (inappropriate).

  • Akurasi (ketepatan)

Bukti yang diberikan untuk mendukung pendakuan harus tepat karena pembaca yang ahli selalu dapat menemukan kesalahan. Keteapatan sangat penting sebab salah satu jalan untuk membentuk bukti adalah kepercayaan.

  • Presisi (ketelitian/tepat sekali)

Pembaca ingin bukti yang tidak hanya tepat tetapi juga tepat sekali/teliti. Pembaca yang hati-hati akan mengetahui dengan cepat jika kita menggunakan kata-kata yang akan menusuk pendakuan kita sendiri yang tidak dapat menaksir substansinya. Contohnya adalah penggnaan kata mungkin dalam memberikan bukti. Kata tersebut mencerminkan keragu-raguan.

  • Kecukupan

Peneliti–peneliti selalu memerlukan lebih dari satu bit data untuk mendukung pendakuan yang substantif dan dapat diuji. Jika Anda membuat pendakuan dan diuji dengan hasil tidak begitu baik, maka tunjukkanlah bukti terbaik Anda, tapi ingatlah bahwa selalu ada beberapa contoh yang akan menyerang balik pendakuan Anda.

  • Keterwakili

Data adalah representatif ketika varietasnya merefleksikan populasi yang tergambar dari data dan bagaimana Anda membuat pendakuan. Penulis pemula selalu mengambil resiko dalam memberikan bukti yang gagal dalam merefleksikan kemampuan dari bukti, bukan karena peneliti tidak peduli, tapi karena mereka tidak bisa membayangkan seperti apa bukti yang lebih representatif.

  • Autoritas/keahlian

Peneliti-peneliti yang berkompeten menggunakan sumber-sumber yang lebih berautoritas. Artinya menggunakan sumber-sumber yang mempunyai pengaruh karena data yang digunakan secara ilmiah dapat dipercaya. Jika Anda menggunakan sumber-sumber primer (buku teks), pastikan itu adalah edisi yang cukup baru dan di keluarkan oleh press yang memiliki reputasi.

Jika anda peneliti yang cukup berpengalaman, jangan langsung percaya pada sumber-sumber sebelum mengetahui ruang lingkupnya. Ruang lingkup yang berbeda maka akan berbeda pula kriterianya, tapi anda akan dutuntut menemukan bukti yang menghubungkannya dengan kriteria anda.

  • Kebenaran logika yang kuat

Mungkin bukti anda akurat, tepat, cukup, representatif dan autoritataif, tapi jika pembaca tidak dapat melihat bukti anda, sehingga anda dianggap tidak memiliki bukti. Yakinkan pembaca anda dapat melihat apa yang ingin mereka lihat. Apapun data yang dapat mendukung pendakuan baik angka, diagram, gambar-gambar dan sebagainya, walaupun itu adalah data primer, jangan langsung menganggap pembaca akan mengerti data-data tersebut. Ceritakan poin apa yang ingin disuguhkan kepada pembaca dan bukti apa yang akan mendukungnya. Untuk memahami mengapa bukti bisa salah, perlu belajar untuk mengantisipasi apa yang pembaca mau menerima atau menolaknya. Dengan memahami dan mengetahui contoh-contoh kesalahan, anda dapat mengevaluasi diri untuk lebih obyektif.

 

Menggunakan Bukti Untuk Membangun dan Menyusun Makalah Anda

Argumen seharusnya mendorong anda tidak untuk mendekati “pembaca” dalam semangat berkonflik atau pemaksaan, tapi lebih untuk menjaga posisi dan mempertahankannya. Bayangkan anda dan “pembaca” sedang berdialog dan bekerja sama dalam menciptakan pengetahuan baru. Perhatian tehadap dialog tersebut dapat juga membantu anda mnemukan dan membangun argumen, khususnya ketika anda mencatat onggokan informasi yang tidak tercerna. Jika anda mempersiapkan tulisan, gunakan argumen sebagai suatu dasar “organisasi atau bagian” yang menolong anda mengantisipai perhatian “pembaca”.

Jika anda mengerti bagaimana periset menyusun argumen mereka, anda akan dapat membaca lebih baik sumber-sumber anda dan mencatatnya. Ketika anda me-review data, ingat bahwa argumen anda harus selalu dalam bentuk pendakuan yang disokong dengan bukti. Anda tidak dapat meyakinkan ‘pembaca” hanya dengan onggokan data, karena nalar yang meyakinkan adalah bukan hanya suatu “kuantitas”, atau bahkan bukan hanya “kualitas” belaka, tapi harus disertai dengan penjelasan.

Sebagai periset, anda harus menyusun argumen yang sifatnya penjelasan untuk melengkapi bukti dan menyajikannya kepada “pembaca” dengan nalar yang baik. Setiap periset harus menyusun pendakuan yang dapat diuji dengan bukti, dan juga harus dilengkapi dengan penjelasan. Perlakuan setiap bukti utama sebagai suatu pendakuan dalam subordinat argument yang memerlukan bukti tersndiri.

Setiap laporan riset terdiri dari multiple argumen dalam berbagai bentuk, tapi seluruhnya dalam satu kesatuan dengan pendakuan utama yang periset ingin buat. Sehingga struktur dari makalah anda akan selalu lebih teliti dan teratur, atau lebih teruraikan/terjelaskan, (tidak “linier”) dari pada hanya satu pendakuan saja dengan bukti yang juga sederhana/tunggal. Bukti yang mendukung pendakuan utama terbagi kedalam kelompok-kelompok argumen yang lebih kecil, dimana masing-masingnya terstruktur sebagai sub-pendakuan dengan bukti-buktinya masing-masing.

 

Daftar Pustaka

Booth, W.C., G.G. Colomb., J.M. Williams., 1995. The Craft of Research. The University of Chicago. London.

Miharja, Dadang K,. 2004. Metodologi Penelitian Sains Kebumian. Jurusan Oseanografi FITB. ITB.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s