Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 444)

Selama tahanan itu belum muncul, tak seorangpun diantara Anda yang akan meninggalkan pesawat. Nah, kami kira semuanya cukup jelas. Jangan panik, yang ingin buang air dan sebagainya, disilahkan ke toilet seperti biasa. Asal jangan coba-coba berbuat yang tidak-tidak. Bahkan kalau Anda ingin kopi, teh atau makanan, Anda bisa menekan bel, dan pramugari akan kami perintahkan melayani Anda. Kami yakin Anda akan membantu kami demi tegaknya Komunisme Internasional. Terima kasih atas kerjasama Anda..’’
Dia meletakan mik itu. Kemudian mengambil earphone, memencet tombol di dinding dekat pramugari yang masih duduk dan tak tahu harus berbuat apa. Dia bicara beberapa patah. Kemudian lelaki tersebut meminta ketiga pramugari yang masih duduk terbengong-bengong itu untuk pindah ke deretan kedua, di sisi yang berlainan dari Menteri Amerika Serikat tersebut.
Lelaki itu menuju ke cokpit. Mengentuk pintu dua kali. Ketika pintu terbuka, lelaki itu masuk. Tempatnya di dekat earphone tadi segera digantikan oleh pembajak lain yang berjambang lebat. Tak lama setelah lelaki pertama masuk, pintu ruang pilot terbuka. Dari sana muncul gadis Itali itu. Masih tersenyum ramah. Namun di tangannya ada sepucuk pistol.
Lelaki berjambang itu memberi hormat, serta bersikap takzim sekali pada gadis itu. Gadis itu tegak dan meraih mik yang tadi dipakai oleh si lelaki pertama, yang kini nampaknya bertugas mengawasi pilot dan copilot di depan sana. Lewat mik pramugari Itali itu bicara, suaranya merdu dan lembut:
‘’Selaku pimpinan dari regu pembebasan ini, saya mohon maaf atas terganggunya perjalanan Anda sekalian. Namun percayalah, pengorbanan Anda yang sedikit itu adalah demi kejayaan Komunisme..’’
Gadis itu berhenti. Melayangkan pandangan lewat matanya yang biru dan senyumnya yang memikat ke seantero ruangan pesawat. Tongky kembali menyikut si Bungsu, berbisik:
‘’Anda ternyata benar, kawan. Maksud saya firasat Anda tadi. Anda punya indra keenam yang amat tajam. Tapi .. ngomong-ngomomg, pacar Anda ini rupanya punya pangkat yang lebih tinggi. Pimpinan regu pembebasan sepuluh orang tahanan politik dan militer. Hmm, dan harap ingat pula, perkiraanku juga benar, bahwa dia bukan orang Italia, meski dia bekerja di Air Italian. Dia orang Cuba. Perempuan Cuba, kalau dapat tidur dengannya, wouww!’’
Tongky tertawa sendiri. Suara tawanya membuat para pembajak itu menatap tajam. Salah seorang di antaranya, yang tegak tak begitu jauh dari tempat mereka, bertanya:
‘’Anda yang kribo, saya rasa Anda dari Afrika, apa yang membuat Anda gembira hingga tertawa begitu?’’
Ucapan orang itu sopan sekali, namun siapa pun dapat merasakan nada hinaan dalam kalimat ‘Afrika’ yang dia ucapkan. Namun Tongky sedikitpun tak merasa tersinggung, dengan senyum lebar dia menjawab:
‘’Terima kasih Anda punya pengetahuan dan rasa hormat yang dalam pada leluhur saya. Tentang kegembiraan, sehingga membuat saya tertawa, karena rute perjalanan yang dirobah ini..’’
Seluruh pembajak dalam pesawat itu menatapnya.
‘’Teruskan…kawan..’’ kata pembajak yang tadi bertanya.
Mau tak mau beberapa penumpang ikut-ikutan menoleh pada Tongky. Kawan di Bungsu itu menyambung:
‘’Yang membuat saya gembira adalah diperpanjangnya perjalanan ini. Kami membayar hanya untuk Singapura-Dallas, kini siapa sangka, Tuan-tuan berbaik hati membawa kami ke Mexico. Mana tahu, kami bisa pula melihat Cuba. Ah, negeri tuan pasti bagus sekali….he..he..’’
Beberapa penumpang nyengir. Para pembajak itu saling pandang sesamanya. Gadis cantik pimpinan teroris itu ikut tersenyum. Tongky bicara dengan menghadap pada gadis itu.
‘’Kawan di sebelah saya ini orang Indonesia tulen. Dan maaf, dia amat tertarik pada Nona, sebagaimana halnya semua lelaki di pesawat ini..’’
Si Bungsu jadi merah mukanya. Tak kalah merahnya adalah wajah para pembajak. Salah seorang  yang tegak di dekat mereka segera mendekati dan berniat memukul Tongky, namun gadis cantik itu memberi isyarat mencegah. Lelaki itu surut lagi ke tempatnya semula. Dengan masih tersenyum, gadis itu bertanya langsung pada si Bungsu.
“Apakah benar ucapan temanmu itu, Love?’’
Si Bungsu tak menjawab, yang menjawab justru Tongky. Dia menjawab dengan siulan nyaring tatkala gadis itu memanggil si Bungsu dengan ’love’.
‘’Nona, Anda bisa menimbulkan perang dalam pesawat ini dengan hanya menyebut Love kepada kawanku ini saja. Anda harus adil..’’ ujar Tongky.
Penumpang lain semakin nyengir dalam situasi genting itu. Lelaki keparat dari mana pula ini, dalam keadaan gawat begini, di bawah todongan bedil dan granat pembajak Cuba, masih sempat berseloroh tak menentu, pikir mereka. Akan halnya gadis itu masih tetap tersenyum. Senyumnya baru lenyap tatkala dari loud speaker terdengar suara:
‘’Nona Yuanita, Yuanita Pablo, Pemerintah Amerika ingin bicara langsung dengan Nona di radio..’’
Itu adalah suara pilot pesawat tersebut. Aksen Jepangnya kentara sekali. Gadis itu, yang ternyata bernama Yuanita Pablo, segera meninggalkan tempatnya berjalan ke ruangan pilot. Suasana di dalam kabin kembali sepi. Orang saling pandang sesamanya. Tak lama kemudian pintu cokpit kembali terbuka, lelaki berkacamata yang bicara atas nama pembajak tadi yang beberapa saat berada di cokpit menggantikan Yuanita, kini muncul.
Dia langsung menuju Menteri Muda Pertahanan Amerika, yang duduk di barisan depan. Dengan pistolnya dia memberi isyarat untuk berdiri. Dua orang lelaki di deretan ketiga, yang tadi duduk di belakang menteri itu, kelihatan bergerak, lelaki yang berkaca mata hitam mengangkat granat di tangan krinya, dan berkata dingin ke arah mereka:
‘’Kami tahu, Anda …..

Advertisements

9 Comments

  1. yang 443nya belum di upload ya bang….??….

    • seri 443 memang kehilangan sumber. sudah diusahakan, namun tetap tak ketemu! mohon maaf atas ketidaknyamanannya……

      • nda apa-apa…ini aja saya sdh berterima kasih…..

  2. Berterima kasih karena udh lama menunggu kelanjutan serial ini…thanks….

  3. Ass.saya tertarik dengan cerita tikam samurai apakah ada edisi lengkap tikam samurai???
    terima kasih

    • waalaikumsalam,
      ada, silahkan hubungi Makmur Hendrik Center (MHC)
      Telepon No: 081365639801(sony), 08127618309 (eva)
      Adapun buku buku yang telah terbit itu adalah sebagai berikut :

      1. MELINTAS BADAI : 300-an halaman @ Rp 50.000,-
      Novel laris tentang cerita keluarga yang amat mengharukan, yang telah diangkat ke layar lebar dengan pemeran Marissa Haque dan Ray Sahetapi.
      2. DI LANGIT ADA SAKSI : 300-an halaman @ Rp 50.000,-
      Makmur Hendrik adalah cerpenis yang memenangkan berkali-kali sayembara penulisan cerpen tingkat nasional, tiga diantaranya ada dalam kumpulan berisi 13 cerpen ini. Tiga pula di antara cerpen dalam kumpulan ini (Di Langit ada Saksi, Luka di Atas Luka, dan Jangan Menangis Mama) sudah dijadikan film layar lebar. Ada cerita tentang “wajah lain” dari polisi dan tentara, tentang bagaimana mereka mengabdi dan menghidupi keluarga mereka secara amat menghharukan
      3. TERJEBAK DI PERUT BUMI : 200-an halaman @ Rp 25.000,-
      “Lubang Japang” adalah benteng balatentara Jepang di bawah Kota Bukittinggi. Tiga siswa STM terperangkap selama 30 hari di dalamnya. Mereka tidak hanya menemukan senjata, dinamit, dan batangan emas, tapi juga harus mempertahankan nyawa dari ribuan ekor ular berbisa dan laba-laba raksasa. Bisakah mereka menemukan jalan keluar?
      4. TIKAM SAMURAI (Lima Jilid) : 400-an halaman per jilid @ Rp 50.000,-
      Jilid I: Pembantaian keluarganya di Situjuh Ladang Laweh oleh Saburo Matsuyama, seorang kapten balatentara Jepang, merubah total jalan hidup si Bungsu. Jilid II: Seorang diri si Bungsu ke Jepang, guna menuntut balas kematian keluarganya. Agar bisa bertahan hidup, dia harus bertarung dengan Ninja. Jilid III: Saat mengantar jenazah sahabatnya, mantan tentara Perang Dunia II, ke Australia, dia terlibat pertikaian maut dengan “Boomerang”, kelompok bandit paling sadis di Australia. Jilid IV: Michiko, anak Saburo Matsuyama yang mencintai sekaligus memusuhi si Bungsu, memburunya sampai ke Situjuh Ladang Laweh. Tapi dia “terbawa” ke Dallas oleh seorang pilot Amerika, yang kala itu datang ke Minangkabau mendrop senjata untuk PRRI. Ke Dallas dia datang. Jilid V: Saat akan meninggalkan Dallas, sahabatnya bernama Alfonso Rogers, milyarder Amerika turunan Spanyol, memohon bantuan mencari anak gadisnya yang hilang saat bertugas sebagai perawat di Viet Nam. Sudah berkali-kali misi dikirimkan, hasilnya nihil. Demi sahabat, ke sanalah si Bungsu datang, ke Nerakan Viet Nam!
      5. GIRING-GIRING PERAK (Dua Jilid) : 400-an halaman per jilid @ Rp 50.000,-
      Jilid I: Seorang anak muda melintasi gunung dan lembah, menembus kabut pagi dan mlintasi embun malam, mencari dimana kampungnya, siapa ayah bundanya. Bahkan dia tak tahu siapa namanya, kecuali sebuah giringigiring perak di kakinya sebagai tanda. Dia menyelamatkan sedbuah kafilah dari Pariaman dari kezaliman penghuni Bukti Tambuntulang, kerajaan rampok dan lanun. Jilid II: Bersama Tuanku nan Renceh, Datuk sipasan dan Pelarian Raja-raja Pagaruyung dia menghancurkan kerajaan dajal di bukit maut itu. Bertemukah dia dengan ayah dan ibunya?
      6. PANGLIMA SAKAI : 400 halaman @ Rp 50.000,-
      Seorang anak ditemukan hanyut dalam sampan di Sungai Jantan, yang kelak berubah nama menjadi Sungai Siak. Setelah dewasa si anak menjadi Panglima Perang Kerajaan di Sriwijaya, namun dia pulang mencari ayah bundanya di sepanjang Sungai Siak dan Sungai Sungai Gasib. Dia menyelamatkan Puteri kaca Mayang yang legendaris itu, yang disandera pasukan Aceh. Anak siapakah diia?

      Cover : Lux, Construk 260 gram & Laminating
      Isi : HVS 70 Gram
      Ukuran : 12 x 19 Cm
      semoga infonya bermanfaat
      wassalam

      cunop

      • Mohon Info, dimana bisa dapatkan Tikan Samurai Jilid 4-5-6-7?, Terima kasih

  4. bisakah saya mendapatkan novel tikam samurai?saya sudah membaca sampai neraka vietnam yg selanjutnya belum

  5. info yang sangat menarik, sepertinya harus dicoba 🙂 , Affleck


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s