Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 445)

‘’Kami tahu, Anda dari CIA atau FBI, tapi jangan berlagak jagoan dalam pesawat ini. Kami juga tahu, kalian membawa senjata. Jangan sekali-kali mencoba, kalau tak ingin pesawat ini kami ledakan. Kalau tak ingin menteri ini kami bunuh’’.
Sehabis berkata dia lalu memberi isyarat, menteri muda itu maju, namun dua lelaki di belakang sana, yang barangkali memang dari CIA atau FBI pengawal menteri itu, kelihatan kembali bergerak. Lelaki berkacamata itu berbalik, menembak! Salah seorang dari anggota CIA itu terjungkal dengan dada berlobang. Mati! Orang pada memekik dan panik. Kemudian terdengar bentakan-bentakan menyuruh diam. Sepi.
‘’Saya peringatkan kalian, jangan main gila. Saya bisa menghabisi nyawa kalian semua. Itu tadi sebuah peringatan, bahwa kami tak main-main. Ini satu lagi sebagai bukti kami tidak main-main..’’ sehabis ucapannya dia berputar, mengarahkan pistol ke kepala menteri tersebut. Lalu menembak!
Menteri Muda Urusan Pertahanan Amerika Serikat itu terlonjak, demikian pula beberapa staf pengawalnya, mereka segera merogoh kantong, mencabut pistol. Namun kembali lelaki itu menembak dua kali ke arah penumpang. Dua lelaki terjungkal, mati!
Ini adalah peperangan di udara! Penumpang semakin panik. Mereka menunduk dalam-dalam di kursi masing-masing. Tiga orang sudah mati dalam waktu singkat. Ketiga mereka memang dari CIA! Akan halnya Menteri Muda itu sendiri masih tetap tegak. Tembakan tadi hanya ditujukan ke telinganya. Dan telinga kanannya kini berdarah, separuh putus.
Sepi.
‘’Kami ingin membuktikan bahwa kami tak main-main. Kami siap meledakan pesawat ini berikut seluruh isinya..’’ ujar lelaki itu.
Tatapan matanya yang tajam diarahkan pada si Bungsu dan Tongky. Dua lelaki yang dia lihat tak sedikitpun berusaha menyurukkan kepala, tatkala tadi dia menembak. Kali ini yang bicara adalah Menteri Amerika itu:
‘’Teror yang kalian lakukan takkan ada gunanya. Pemerintah kami takkan melayani permintaan kalian..’’
‘’Itu berarti nyawamu dan nyawa stafmu jadi taruhan, Tuan Menteri..’’
‘’Kami siap mati untuk negeri kami..’’ ujar menteri itu tegas.
Tubuhnya didorong ke dalam cokpit. Cokpit itu jadi sempit dengan empat orang di dalamnya. Si pramugari yang jadi pimpinan pembajak, pilot dan copilot, ditambah di lelaki berkaca mata, kini masuk lagi menteri muda itu.
‘’Presiden Kennedy ingin bicara dengan Anda..’’ ujar pilot Jepang itu sambil menyodorkan radio pada menteri muda tersebut.
Menteri muda itu menekan tombol di radio dalam genggamannya. Dia menyebutkan namanya dan dari seberang sana, terdengar suara John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat:
‘’Anda sehat-sehat, Tuan Menteri?’’
‘’Yes, Mr. President’’
‘’Bagaimana situasi dalam pesawat Anda..’’ radio itu segera direbut oleh si pramugari dan bicara:
‘’Kami ingin mengingatkan Anda, Tuan Presiden, di dalam pesawat ini beberapa orang telah ditembak mati….’’ pramugari itu berhenti, sebab lelaki berkaca mata itu memberi isyarat dengan mengacungkan tiga jari, kemudian dia sambung lagi: ‘’Kini jumlah yang mati sudah bertambah dua lagi. Kami kira dia adalah orang CIA yang ikut bersama menterimu. Dan kami akan meledakan pesawat ini berikut seluruh isinya jika Tuan tak memenuhi tuntutan kami…’’
Tak ada jawaban. Sepi. Presiden Kennedy di Gedung Putih sana nampaknya kaget juga dengan perkembangan baru dalam pesawat itu. Cukup lama situasi sepi, sementara pesawat terbang terus menuju Mexico City, ibukota Negara Mexico. Tiba-tiba suara Kennedy kembali terdengar:
‘’Saya harap Anda, Nona Yuanita, atau siapapun nama Anda, merinci lagi tuntutan Anda..’’
‘’Saya sudah menyampaikannya beberapa menit yang lalu, Tuan Presiden. Dan itu tak ada gunanya untuk diulangi. Kami akan mendarat di Mexico City. Kami beri Anda waktu 24 jam untuk mendatangkan tawanan yang kami minta, berikut sebuah pesawat jumbo jet yang siap diterbangkan kemana yang kami inginkan..’’
‘’Saya memikirkan tuntutan Anda, Nona. Tapi ada baiknya Anda menghubungi lapangan udara Mexico City. Kami akan  menghubungi Anda kembali..’’
Sepi.
Yuanita bertatapan dengan lelaki berkacamata hitam itu. Lalu menekan tombol penghubung kembali, namun tak ada tanda terima dari sana.
‘’Hubungi presiden babi itu. Kami tak peduli apakah dia main gila dengan meminta pemerintah Mexico untuk menolak kami mendarat. Kalau itu terjadi, maka pesawat ini akan diterbangkan langsung ke New York..’’ pramugari cantik itu mulai berkata dengan marah pada pilot.
Pilot Jepang itu berusaha beberapa kali, dan akhirnya hubungan tersambung lagi. Tapi suaranya putus-putus, ada gangguan cuaca. Pilot itu kembali mencoba dan berhasil.
‘’Tuan Presiden, nona ini ingin bicara..’’
‘’Ya..’’
Yuanita merebut radio itu, dan bicara dengan nada dingin:
‘’Presiden, bila Anda coba meminta Pemerintah Mexico untuk menolak kami mendarat, maka pesawat ini, dengan enam puluh empat penumpangnya, dua puluh diantaranya wanita, enam orang anak-anak, akan kami terbangkan menuju New York. Akan kami tubrukan ke gedung PBB, atau kami langsung ke Washington, menubrukkan pesawat ini ke Gedung Putih. Kalau tak sampai, kami akan membiarkan pesawat ini meluncur jatuh kehabisan bahan bakar..’’
Yuanita memutuskan hubungan, memerintahkan meng hubungi pelabuhan udara Mexico City. Dengan cepat pelabuhan udara yang memang telah disiagakan sejak terdengar pembajakan itu dapat dihubungi.
‘’Di sini DC 10 Japan Air Lines Nomor penerbangan….’’ pilot itu menjelaskan segala identias penerbangannya. Kemudian minta bicara dengan tower. Minta izin untuk mendarat. Namun petugas tower memberi jawaban:
‘’Maaf lapangan kami tertutup untuk Anda, harap mencari lapangan lain, roger…’’
Yuanita bertatapan dengan lelaki berkacamata hitam tadi. Lalu menyambar radio dari tangan pilot tersebut, kemudian dengan nada yang amat mengancam berkata:
‘’Kami akan tetap…

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s