Tikam Samurai (Bagian 14)

Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengangkut mayat-mayat itu ke markas.

Penduduk lalu berkerumun menanyai pemilik kedai. Tetapi lelaki itu segera menutup kedainya. orang terpaksa pulang karena hujan makin lebat. Kini dalam kedai yang centang perenang itu, tinggalah mereka bertiga. Siti menghentikan tangis pura-puranya. Ayahnya terduduk lemah. Si Bungsu bangkit. Merogoh kantong. Mengambil sebungkus kecil ramuan. Mengeluarkannya, kemudian dia mendekati Siti. ”Menunduklah. Saya mempunyai obat luka yang manjur…” katanya.

Siti menurut. si bungsu menaburkan obat ramuan yang dia bawa dari gunung Sago itu ke luka di punggung gadis tersebut. Ramuan itu mendatangkan rasa sejuk dan nyaman di luka itu.

”Terima kasih… gadis itu berkata perlahan.

Luka itu sengaja dibuat oleh si bungsu dengan samurainya. Agar kelihatan bahwa memang ada perkelahian dalam kedai itu. Demikian pula samurai jepang itu dia lumuri dengan darah. Kemudian dia juga menaburkan bubuk obat itu di luka yang dia buat di dada ayah Siti. Lelaki itu menatap padanya.

”Maaf saya harus berbuat ini pada Bapak…” katanya perlahan

”Kami yang harus berterima kasih padamu, Nak. Saya dengar engkau tadi menanyakan Tai-i

(Kapten) Saburo Matsuyama pada serdadu-serdadu itu…”

Si bungsu tertegun.

”Benar. Bapak mengenalnya?”

”Tidak ada yang tak kenal padanya Nak..”

”Dimana dia sekarang?”

”Nampaknya ada sesuatu yang amat penting hingga kau mencarinya….”

Hampir saja si bungsu menceritakan apa yang telah menimpa keluarganya. Namun dia segera sadar, hal itu tak ada gunanya.

”Ya, ada sesuatu yang penting yang harus saya selesaikan..”

”Balas dendam?”

Kembali anak muda itu tertegun. Menatap dalam-dalam pada lelaki tua itu.

”Engkau menuntut balas kematian ayah, ibu dan kakak perempuanmu?” Ucapan lelaki itu lagilagi membuat si Bungsu terdiam.

”Tidak perlu kau sembunyikan padaku siapa dirimu Nak. Setiap orang di sekitar Gunung Sago ini mendengar tentang kematian ayahmu. Saya mengenalnya. Kami dulu sama-sama belajar silat Kuma ngo. Dan semua orang juga mengetahui, bahwa anak lelakinya bernama si Bungsu…”

Anak muda itu menunduk.

”Apakah bapak mengetahui di mana Saburo kini?”

”Beberapa hari yang lalu masih di sini. Tapi tempat yang mudah mencari opsir jepang adalah di Lundang…”

”Di Lundang?”

”Di tepi batang Agam itu?”

”Ya. Di sanalah.”

”Ada apa di sana. Apakah mereka mendirikan markas di sana?”

”Tidak. Di sana tempat mereka memuaskan nafsu dengan perempuan-perempuan-..”

”Tempat pelacuran?”

”Begitulah..”

”Terima kasih. Saya akan mencarinya ke sana.”

”Marilah kita naik. Besok kau teruskan perjalananmu. ”

”Terima kasih Pak. Saya harus pergi sekarang.”

”Tapi hari hujan dan malam telah larut.”

”Tidak apa. Saya biasa berjalan dalam suasana bagaimanapun”

”Tapi bukankah engkau disuruh datang besok ke markas Kempetai?”

”Ah, saya kira biar Bapak saja. Katakan saya sudah pergi.”

”Engkau benar-benar tak ingin bermalam di sini agak semalam?”

”Terima kasih pak…”

Dia kemudian menoleh pada Siti yang masih duduk. Gadis itu menunduk.

”Terima kasih kopinya Siti. Engkau pandai membuatnya. Saya belum pernah minum seenak

itu….”

Siti melihat padanya. Ada air menggenang di pelupuk matanya

”Benar kopi itu enak?” tanya gadis itu perlahan-

”Benar…”

”Saya lupa memberinya gula,” karena ketakutan

Gadis itu berkata sambil bibirnya tersenyum malu.

”Ya, ya. Itulah justru kenapa kopinya jadi enak. Nah, selamat tinggal.”

Dia genggam tangan Siti sesaat. Kemudian melangkah keluar.

”Doa kami untukmu Nak…”

”Terima kasih Pak…”

”Kalau suatu hari kelak kau lewat di sini, singgahlah…”

”Pasti saya akan singgah..”

Dan dia lenyap ke dalam gelap yang basah di luar sana. Siti menangis ketika dia pergi. Ayahnya menarik nafas panjang.

-oodwoo-

1 Comment

  1. Terimakasih, sungguh saya sulit mencari cerita ini dan ada disini sangat berterimakasih dibolehkan membaca sbg pengobat rindu


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s