Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 604)

Untuk sesaat mereka masih melangkah selangkah lagi, sampai akhirnya langkah mereka terhenti tatkala menyadari kehadiran orang lain di dalam terowongan yang amat dirahasiakan ini. Celakanya, karena mereka demikian yakin akan keamanan terowongan ini, karena banyak sekali ranjau yang ditanam secara rahasia, ditambah lagi para tawanan Amerika itu disekap dengan rantai sebesar-besar lengan di kaki, tangan dan pinggang, maka mereka merasa tak perlu siaga dengan senjata yang mereka bawa.
Masing-masing mereka memang membawa senjata. Namun senjata itu mereka sandang di bahu. Begitu berhenti setelah melihat ada orang asing di belakang mereka, ke empat tentara Vietnam itu agak lega. Karena lelaki asing itu samasekali tak membawa bedil sebuah pun. Itulah sebabnya mereka dengan tenang meraih bedil yang mereka sandang. Kemudian mengarahkan larasnya ke arah si Bungsu.
Si Bungsu tetap tegak dengan dua kaki terpentang dengan kedua tangannya lurus di sisi kiri kanan tubuhnya. Salah seorang tentara Vietnam yang berpangkat sersan, paham bahwa orang ini sudah mengetahui tempat yang amat dirahasiakan oleh induk pasukannya. Jika orang ini tak ..
segera dihabisi, merekalah yang akan dihabisi komandan mereka. Dengan pikiran demikian, sersan itu segera menarik pelatuk bedilnya.
Namun begitu, telunjuknya menyentuh pelatuk, begitu dia rasakan sesuatu yang amat pedih di antara dua alis matanya. Pedih dan sakit yang amat sangat! Penglihatannya tiba-tiba menjadi gelap. Amat gelap gulita. Dan hanya itu. Sebab setelah itu, tubuhnya jatuh tertelungkup. Berkelojotan beberapa saat dengan rasa sakit yang tak tertahankan. Lalu diam. Mati!
Ketiga temannya tak sempat merasa terkejut. Mereka hanya sempat melihat sekilas, kedua tangan lelaki itu bergerak dengan amat cepat. Mereka tak melihat ada bedil atau pistol di tangan lelaki itu. Mereka juga tak melihat ada sesuatu yang meluncur dari tangan lelaki tersebut. Namun entah apa sebabnya, tubuh ketiga mereka tiba-tiba menjadi limbung. Ada rasa sakit yang menyergap diri mereka dengan amat sangat.
Tak seorang pun yang sempat menarik pelatuk bedil. Dua orang di antara mereka merasakan sesuatu yang amat pedih di hulu jantung. Ketika tangan mereka menggapai ke arah yang amat sakit itu, mereka menemukan sebuah benda kecil tertancap di sana. Lalu, mata mereka terbeliak, lalu tubuh mereka rubuh terhempas. Yang seorang lagi merasakan tenggorokannya seperti dimasuki duri yang amat tajam.
Nafasnya seperti tersumbat, matanya mendelik. Dari mulutnya tiba-tiba menyembur darah segar. Sampai dia rubuh, menyusul ketiga temannya, dia tak pernah tahu bahwa tenggorokannya sudah ditembus sebuah samurai kecil yang teramat tajam, dan dilontarkan dengan cara yang teramat mahir, dengan kecepatan yang tak terikutkan mata, oleh lelaki asing yang tadi bersiul dari arah belakang mereka.
Tak seorang pun di antara keempat tentara Vietnam itu yang pernah membayangkan bahwa mereka akan menemui akhir perjalanan hidup seperti ini. Di kiri kanan terowongan besar, Kolonel MacMahon dan kelima anak buahnya menanti dengan perasaan tegang kemunculan tentara Vietnam itu. Beberapa saat yang lalu mereka sudah mendengar langkah keempat tentara Vietnam itu mendekat.
Barangkali hanya tinggal dua atau tiga langkah lagi, mereka pasti muncul di terowongan besar di mana mereka menanti, dan mereka yakin ke empat tentara itu bisa mereka habisi.
Namun tiba-tiba saja langkah yang mendekat itu berhenti. Kemudian terdengar keluhan-keluhan pendek susul menyusul, diiringi suara bergedebuk seperti suara benda keras jatuh. Lalu sepi.
Detik demi detik berlalu dalam kesunyian yang amat mencekam. Mereka sampai berkeringat menanti dengan kekhawatiran orang Indonesia itu sudah dihabisi. Si Kolonel memberanikan diri mengintai dengan mengacungkan bedil ke arah mulut terowongan kecil. Dan dia ternganga. Perlahan dia menurunkan bedil, kemudian dengan menenteng bedil itu dia keluar dari tempat persembunyiannya, melangkah ke arah pintu terowongan kecil itu.
Kelima anak..

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s