Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 606)

Dia minta mereka ..

menanti, kecuali si kolonel yang masih memegang senjata yang diberikan si Bungsu dan dua anggotanya dari SEAL itu, yang masing-masing kini memegang senjata yang tadi diambil dari mayat tentara Vietnam di atas sana.
“Di luar sana, tak jauh dari mulut terowongan ini, tadi malam ada dua tentara yang menjaga. Saya rasa di sana tetap ada yang menjaga, kendati orangnya sudah diaplus…” ujar si Bungsu pada Kolonel MacMahon.
“Baik, kita selesaikan mereka…” ujar MacMahon.
“Saya rasa sebaiknya tak ada letusan. Suara letusan akan terdengar sampai ke barak. Di sana berada seratus tentara Vietnam. Jumlah kita amat tak seimbang…” ujar si Bungsu.
“Anda benar. Kita akan selesaikan mereka tanpa sebuah letusan pun…” ujar si kolonel, sambil memberi isyarat pada kedua anak buahnya yang dari SEAL itu.
Kedua tentara itu pun menyerahkan senjatanya pada temannya yang lain. Mereka menghunus bayonet yang tadi diambil dari tentara Vietnam itu. Kemudian segera bergerak cepat ke mulut terowongan. Di belakangnya menyusul si Bungsu dan MacMahon. Ketika mereka sampai di mulut terowongan, yang seolah-olah tertutup oleh batu besar itu, kedua anggota SEAL tadi sudah tak terlihat lagi bayangannya. Si Bungsu sebenarnya khawatir, kedua anggota pasukan khusus angkatan laut Amerika itu takkan mampu menyelesaikan tugas sebagaimana diharap kan Kolonel MacMahon.
Bukan karena dia tak percaya pada ketang¬guhan pasukan elit itu, namun kedua orang itu sudah ditahan beberapa tahun. Betapa pun, kemahiran seorang yang amat terlatih akan menurun amat drastis, bila dia tak pernah latihan beberapa bulan saja. Apalagi kedua tentara itu, sebagaimana teman-temannya yang lain, kini kondisi kesehatan mereka amat buruk. Karena makan tak teratur dan mutu makanan yang masuk ke tubuh mereka amat rendah. Namun kalau dia cegah, dia khawatir kolonel dan kedua tentara tersebut akan merasa dilecehkan.
Kini dia hanya tinggal berharap, mudah-mudahan kedua tentara itu bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Namun terus terang saja, hati si Bungsu benar-benar tak sedap. Dia membawa kolonel itu agar bergerak cepat. Di luar sana, kedua tentara Amerika tersebut mengendap-ngendap mendekati tempat dua tentara Vietnam yang sedang berjaga-jaga. Yang seorang memberi isyarat, agar mereka mendekati kedua tentara tersebut dari dua arah dengan membuat setengah ling¬karan. Hal itu terpaksa di lakukan karena situasi lapangan yang terbuka, yang tidak memungkinkan mereka langsung mendekat tanpa diketahui kedua orang Vietnam tersebut.
Dalam pelukan udara pagi yang amat sejuk di kaki bukit batu terjal itu, mereka menerobos semak belukar. Berlindung dari pohon ke pohon. Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di posisi sejajar. Jarak antara yang satu dengan yang lain di seberang sana ada sekitar dua puluh depa, dengan tentara Vietnam berada di tengah – tengah. Mereka berdua bisa saling lihat. Mereka cukup beruntung, kedua tentara Vietnam tersebut tak mengetahui sama sekali ada bahaya yang mengancam.
Yang di sebelah kanan memberi isyarat kepada temannya. Mereka akan merayap sedekat mungkin, kemudian maju merayap. Tidak mudah melakukan tindakan itu, karena harus melewati daerah terbuka sekitar lima balas depa. Amat basar resikonya untuk membunuh kedua tentara itu dengan lemparan bayonet. Barangkali lemparan akan mengenai sasaran, namun jarak yang jauh itu takkan bisa menancapkan bayonet cukup dalam.
Bukan hanya itu, arah lemparan bayonet sebenarnya juga bisa melenceng, jika ayunan saat melempar tidak dengan sepenuh tenaga. Kini kedua mereka mulai merayap maju. Apa yang mereka khawatirkan terjadi sudah. Kedua tentara Vietnam itu segera mengetahui kehadiran mereka. Mula – mula kedua Vietnam itu terkejut. Namun sesaat kemudian mereka sudah mengacungkan bedilnya.
Pada saat yang hampir bersamaan kedua anggota SEAL itu sudah tegak dan melambung ke depan. Ketika mereka yakin tubuh mereka takkan mencapai kedua tentara itu, mereka sama – sama melemparkan bayonetnya. Apa yang dikhawatirkan si Bungsu, bahwa kemahiran akan merosot bila lama tak dilatih, memang jadi kenyataan. Kedua anggota SEAL itu memang bergerak pada saat yang tepat, nemun gerakan mereka saat menghamburi kedua Vietnam itu sudah demikian lamban karena tenaga mereka memang jauh merosot.
Begitu juga lemparan bayonetnya. Melempar sasaran dalam posisi tubuh melambung bukanlah pekerjaan yang mudah. Kendati oleh orang terlatih sekalipun. Kini tindakan itu dilakukan oleh tentara yang kondisi tubuhnya cukup buruk. Lemparan mereka memang mencapai kedua tentara Vietnam itu. Nemun bayaonet yang dilemparkan tentara yang di kanan justru hulunya yang menghangtam hidung si Vietnam. Sementara lemparan seorang lagi memang ujungnya, namun yang kena adalah tangan kanannya. Padahal tadinya mereka sama – sama membidik dada kedua Vietnam itu sebagai sasaran utama. Dada bahagian jantung, begitu selalu mereka dilatih.
Kendati demikian, kedua tentara Vietnam itu sama – sama tak bisa mempergunakan bedil mereka. Yang hidungnya kena hajar hulu bayonet memekik. Senjata di tangannya terlepas, karena ke¬dua tangannya segera mendekap hidungnya yang remuk. Yang seorang lagi, yang lengan kanan kena hajar bayonet, juga memekik. Namun dia sadar, nyawa mereka berada di ujung tanduk.
Gagang bedil dengan gerakan cepat dia pindah dari tangan kanannya yang ditancapi bayonet ke tangan kiri. Dengan tangan kiri itu di mengangkat bedilnya dan menembak. Namun gerakannya terlambat. Tentara Amerika itu sudah sangat dekat. Bedilnya disentakkan, tubuhnya tertarik ke depan saat itu pukulan sisi tangan anggota SEAL itu mendarat di tenggorokannya.
Dia masih belum..

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s