Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 618)

Namun dari tempat masing-masing keempat mereka bisa saling mengawasi. Letnan Duval yang lewat sudut mata melihat gerakan di bahagian kirinya, tiba-tiba dengan posisi tetap duduk di tanah, sembari mengangkat bedil tubuhnya membalik cepat ke kiri, lalu bedilnya menyalak dua kali. Terdengar pekik pendek, kemudian disusul suara tubuh jatuh bergulingan, suara topi baja dan bedil tercampak dan berkelontangan di batu.
Lalu sepi!
Duval menatap pada si Bungsu. Si Bungsu menga cungkan kepalan kepadanya. Duval membalas dengan mengacungkan kepalan tangannya pula. Sebuah isyarat ucapan selamat di antara sesama pasukan Amerika yang dipelajari si Bungsu dari Han Doi. Kemudian si Bungsu memberi petunjuk lewat bisikan sekaligus kepada Duval, Thi Binh dan Roxy. Dia paparkan rencananya, bahwa dia akan berlari ke batu yang letaknya sekitar sepuluh depa di kanannya sembari menembak ke suatu sasaran di kanan.
Lalu dia beri petunjuk tempat-tempat yang harus dicecar Thi Binh, Roxy dan Duval dengan tembakan begitu dia mendapat tembakan balasan. Setelah menanti beberapa saat. Si Bungsu tiba-tiba berdiri, sembari berteriak keras dia berlari sambil menembak. Terdengar teriakan dua tentara di¬iringi semak yang terkuak oleh kelojotan tubuh manusia, dari bawah pohon besar yang baru dihajar oleh tembakan beruntun bedil si Bungsu.
Namun pada saat itu, dari beberapa arah hampir serentak terdengar tembakan senapan otomatis yang ditujukan ke arah tubuh si Bungsu. Namun lelaki yang sudah kenyang dengan kehidupan belantara itu, lari seperti seekor kijang yang amat gesit. Larinya meliuk-liuk dari pohon yang satu ke gundukan batu, dari gundukan satu ke pohon yang lain. Larinya yang meliuk-liuk itu, untuk sementara menyelamatkan nyawanya dari terkaman peluru.
Pada saat itulah, Letnan Duval bangkit dan kemudian menghajar tempat yang tadi ditunjuk si Bungsu sebelum lari. Dari tempat itu memang terdengar rentetan peluru. Pada saat yang sama, Roxy juga bangkit dari duduknya, kemudian menembakkan senapan mesin di tangannya ke arah gundukan batu ke bahagian kiri, dari mana suara tembakan juga menggelegar diarahkan kepada si Bungsu.
Akan halnya Thi Binh, untuk sesaat gadis itu masih tercekam oleh rasa takut dan khawatir atas keselamatan si Bungsu. Dia hanya menatap dengan wajah penuh kecemasan. Lupa pada instruksi si Bungsu, bahwa dia harus menembak ke arah kiri, ke bawah pohon berdaun merah. Barulah setelah mendengar tembakan Roxy dia tersadar. Dia bangkit dan menghujani tempat yang ditunjukkan si Bungsu tadi dengan peluru senapannya.
Karena tentara-tentara Vietkong itu perhatiannya memang ditujukan pada lelaki yang jadi sasaran mereka, yaitu yang berlari meliuk-liuk dalam sasaran tembak itu, mereka menjadi abai dari kemungkinan datangnya tembakan dari tempat lain. Karenanya, begitu Duval, Roxy dan Thi Binh menghajar tempat persembunyian mereka dengan tembakan, segera terdengar pekik dan lolong tentara yang meregang nyawa.
Setelah menembak sampai peluru di magazin senjata mereka habis, Duval dan Roxy serta Thi Binh segera duduk dan mengganti magazin peluru. Semua tembakan terhenti tiba-tiba. Dari tempat perlindungannya yang baru, si Bungsu kembali mengacungkan kepalan tangan ke arah Duval dan Roxy. Dan dibalas kedua orang itu dengan mengacungkan pula kepalan tangan mereka.
Si Bungsu memberi isyarat, bahwa dalam baku tembak barusan mereka telah membunuh tujuh tentara Vietnam. Si Bungsu mendapat dua nyawa. Duval tiga nyawa dan Roxy serta Thi Binh ma¬sing-masing satu nyawa. Duval tercengang pada kemampuan indera keenam lelaki Indonesia itu. Dalam posisi dihajar peluru seperti itu pun lelaki itu masih mampu menghitung berapa korban yang jatuh di pihak musuh.
Mereka kini sama-sama terdiam. Baik pihak si Bungsu maupun pihak tentara Vietnam yang mengepung mereka. Tak ada yang bergerak.
Namun naluri..

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s