Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 631)

Matanya menyambar ke bahagian kanan, ke kayu-kayu besar yang tegak mematung sejak ra­tusan tahun yang lalu. Kemudian ke bahagian kiri. Ke arah se gerombolan pinang merah yang rimbun. Beberapa anak buahnya ikut menatap dengan tajam ke arah yang ditatap si komandan.
“Siapa pun orangnya yang menembakkan ho­witzer itu, yang kini tak kita temukan jejaknya, dia adalah tentara yang luar biasa. Dia pasti salah seorang yang sangat ahli dalam peperangan, ahli mencari dan menghilangkan jejak. Kita tidak tahu di mana dia kini, apakah di depan atau di belakang kita. Dia bisa saja menyerang dengan sangat tiba-tiba. Siapa pun dia, dia adalah lawan yang sangat tangguh. Kita akan bergerak cepat memburu ke tiga orang yang jejaknya bisa dilacak ini. Tapi waspa­dalah…” ujar si komandan sambil berdiri dari jongkoknya.
Belasan anak buahnya yang mendengar tidak hanya menjadi sangat waspada, namun sekaligus juga dicengkeram ketegangan. Tiba-tiba saja mereka pada menoleh dengan perasaan penuh khawa­tir ke pohon-pohon besar, ke belukar dan semak-semak di sekitar mereka. Tentara Amerika tangguh yang disebut si komandan itu seolah-olah sudah berada di sana, mengarahkan bedilnya de­ngan telunjuk di pelatuk, ke arah kepala mereka. Orang itu seolah-olah sudah berada persis di depan atau di belakang mereka.
Si Komandan memberi isyarat kepada dua anak buahnya yang memang ahli melacak jejak. Kedua orang itu segera melangkah duluan. Mereka bergerak cepat. Hanya sesekali membungkukkan badan, melihat ke arah mana jejak kaki yang mereka ikuti itu berbelok. Setelah mengetahui kemana arahnya, mereka segera bergerak dengan cepat. Si komandan dan belasan anak buahnya tinggal mengikuti kedua pencari jejak itu saja.
Kedua pencari jejak itu direkrut dari satu atau paling banyak tiga suku pengunungan di utara Vietnam. Suku-suku di pegunungan itu merupakan suku yang instingnya luar biasa. Mereka selalu diandalkan bila pasukan berusaha meloloskan diri dari kejaran Amerika. Sebaliknya, mereka juga diandalkan untuk mencari jejak dan pertahanan Amerika yang ter sembunyi di belantara selama berkecamuknya perang Vietnam yang belasan tahun itu.
Orang-orang pencari jejak ini amat dilindungi dan diistimewakan pula. Tentara Amerika sangat pula mengintai mereka. Mereka merupakan sasaran utama dalam pepe rangan. Sebab, sudah tak terhitung nyawa tentara Amerika yang melayang akibat kemahiran para pencari jejak ini. Hampir tak ada tempat persembunyian yang tak mereka temukan!
Kedua pencari jejak itu pula yang punya firasat tak sedap, tatkala mereka mulai melangkahkan kaki saat si komandan jongkok dekat jejak ketiga orang yang mereka buru. Mereka tak tahu apa wujud perasaan tak sedap itu secara pasti. Yang jelas mereka merasa ada bahaya mengancam di setiap langkah yang mereka ayunkan. Jika tadi mereka memburu dengan cepat, kini langkah mereka agak tertahan. Tiap sebentar mereka menatap pohon besar di depan dan di samping mereka dengan penuh curiga. Pasukan Vietnam yang melakukan pengejaran itu bergerak dalam formasi ‘V’ terbalik atau bentuk ujung panah. Si pencari jejak di depan sekali dan si komandan di belakang mereka.
Kemudian pasukan yang lain membentuk sayap dikiri kanan dalam jarak yang satu dengan yang lain antara dua sampai lima depa. Mereka bergerak dari pohon ke pohon, dari palunan belukar yang satu ke palunan berikut di depannya.
Tentara yang berada..

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s