Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 641)

Dia hanya kutotok. Engkau juga sersan. Aku tak ing¬in ada korban berjatuhan lagi. Tidak di pihak kalian juga tidak di pihak pelarian itu. Beri mereka waktu untuk meninggalkan negeri kalian ini….”
Sehabis berkata tangan kanan si Bungsu ber¬gerak. Lok Ma tak dapat mengikuti gerakan yang demikian cepat. Dia hanya merasa tubuhnya tiba-tiba lemas dan tak mampu bergerak. Dia masih berada dalam keadaan sadar penuh. Namun to¬tokan ke urat leher di bahagian kiri, membuat dia tak bisa menggerakkan bahagian manapun dari anggota tubuhnya. Bedilnya jatuh, dan saat giliran tubuhnya yang akan jatuh, tangannya disambar si Buyung. Kemudian perlahan disandarkan ke kayu besar tempat dia tadi berlindung.
“Untuk beberapa saat engkau takkan pulih, Lok Ma. Begitu juga anak buahmu di balik batu besar itu. Saat itu saya harap tawanan Amerika yang melarikan diri tersebut sudah tak bisa lagi kalian kejar. Nah, barangkali kita masih akan bertemu di lain kesempatan, kawan…” ujar si Bungsu sambil melangkah meninggalkan tempat itu.
Lok Ma hanya bisa menatap dengan diam kepergian orang tersebut. Aneh, dia justru mersa senang orang itu bisa pergi. Senang bukan semata-mata karena orang itu tak mem bunuhnya. Tapi karena hatinya diam-diam tertarik pada orang tersebut. Dia berharap orang itu bisa bebas dari buruan pasukannya. Aneh, diam-diam dia sungguh-sungguh berdoa, semoga orang Indonesia ini berikut orang-orang Amerika yang dibebaskannya, bisa lolos dengan selamat. Keanehan yang amat jarang terjadi dalam pertempuran, namun pernah terjadi!
—o0o—
Senja sudah hampir turun, ketika para pelarian yang kini berada di dekat danau alam itu mendengar suara deru pesawat helikopter. Kolonel MacMahon menyuruh dua anak buahnya untuk tegak ke padang lalang yang tak begitu luas, tak jauh dari bahagian tepi danau. Helikopter itu datang karena isyarat yang dipancarkan dari gelombang pendek di jam tangan si Bungsu, yang dia berikan pada sersan anggota SEAL yang pergi bersama Duc Thio. Isyarat itu ditangkap oleh kapal perang USS Alamo. Kapal yang ditompangi Ami Florence dan abangnya Le Duan, setelah lolos dalam perang laut bersama si Bungsu. Ami lah yang memberikan jam tangan dengan berbagai kegunaan itu kepada si Bungsu.
Tapi gadis itu sudah tidak lagi berada di kapal ketika isyarat dari jam tangan tersebut ditangkap oleh radar USS Alamo. Ami Florence dan Le Duan dikirim ke Manila. Kemudian untuk sementara ditempatkan di sebuah hotel. Hanya setiap hari dia menelepon ke kapal besar tersebut dengan fasilitas khusus. Dia menelpon menanyakan apakah sudah ada isyarat dari si Bungsu. Selama ini, yang dia terima selalu jawaban ‘zero’. Belum ada berita apapun dari Vietnam!
Siang tadi dia juga menelepon. Namun karena memang belum ada isyarat, perwira navigasi ha¬nya bisa memberi jawaban yang sama padanya: ‘zero’! Ami bertekad belum akan meninggalkan Manila, menuju tempat adaptasi yang dia pi¬lih, sebelum ada kabar tentang si Bungsu. Dan sore itu, ketika perwira navigasi menerima pemberitahuan dari bintara bahagian radar ada sinyal dari da-ratan Vietnam, nakhoda kapal tersebut buru-buru ke ruang komando. Mereka melihat sinyal itu di layar komputer.
“Pastikan koordinatnya, segera!” perintah nakhoda.
Enam orang perwira dan bintara yang biasa¬nya mengolah data posisi di peta, segera sibuk de¬ngan peralatannya masing-masing. Sebuah peta Vietnam segara muncul di kaca besar yang selalu stanby di ruang komando itu.
“Munculkan di peta, cari desa terdekat segera!’ perintah nakhoda sambil menatap peta di kaca.
Semua kembali sibuk menghitung dan menekan berbagai

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s