Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 680)

“Hanya firasat. Saya pernah bertemu beberapa anggota SEAL, dan Anda punya ciri seperti mereka…” ujar si Bungsu perlahan.
Keempat tentara Amerika itu menatap ke arahnya.
“Siapa anggota SEAL yang Anda kenal?” ta­nya si letnan.
Si Bungsu ganti menatap letnan itu dengan tajam. Dia haqqul yakin, Cowie adalah anggota SEAL yang terkenal itu. Lalu berkata perlahan.
“MacMahon….”
“Kolonel MacMahon?
Si Bungsu mengangguk, letnan tersebut tertegun. Begitu juga yang lain.
“Anda mengenal Kolonel MacMahon…?”
“Ya….”
“Di mana?”
“Di tempat dia disekap bersama tentara Amerika yang lain, di sebuah goa di bukit batu di daerah selatan. Tapi sekarang mereka sudah bebas.…”
“Kolonel MacMahon bebas?”
“Ya….!”
“Pertukaran tawanan perang?”
Si Bungsu menggeleng.
“Melarikan diri?”
Si Bungsu mengangguk.
“Anda ada di sana saat dia melarikan diri…?”
Si Bungsu menarik nafas. Menatap sesaat kepada ke empat tentara Amerika yang tubuh mereka sudah mirip jailangkung karena kurusnya itu.
“Ya… saya di sana.…” jawab si Bungsu perlahan.
Ke empat tawanan kurus seperti jailangkung itu tertegun.
“Anda juga ikut tertawan dengannya?” ujar Letnan Cowie dengan penuh keingintahuan.
“Tidak…”
Untuk sesaat letnan Negro berbibir tebal dan berambut kribo karena tak pernah bertemu tukang pangkas itu menatap si Bungsu. Kemudian dia berkata perlahan.
“Jika demikian. Anda pastilah salah seorang dari orang-orang yang membebaskan Kolonel MacMahon…” ujar Cowie perlahan.
Jari-jari kaki kiri si Bungsu ganti menggaruk betis kanannya di dalam air yang menjadi gatal pula. Kemudian tangannya menggaruk paha, lalu dada. Lalu punggung. Sekujur tubuhnya terasa gatal. Si rambut hampir botak tertawa terkekeh melihat si Bungsu menggaruk kiri kanan, atas bawah.
“Anda salah seorang yang membebaskan Kolonel MacMahon?” kembali Letnan Cowie bertanya.
Si Bungsu akhirnya mengangguk perlahan. Kendati ada sedikit kesalahan dalam perkiraan tersebut. Dia bukan ‘salah seorang’ dari yang membebaskan MacMahon. Dia adalah satu-satunya orang yang membebaskan perwira tersebut bersama belasan yang lain. Tapi tak ada gunanya menjelaskan hal itu dalam kurungan dengan air berlendir seperti yang mereka huni sekarang.
“Lalu Anda tak berhasil melarikan diri dan tertangkap?” ujar Cowie.
Si Bungsu kembali mengangguk.
“Fuck! Orang ini ternyata bisu. Dia hanya bisa mengangguk dan menggeleng…” Sersan Tim Smith, tentara yang rambutnya hampir botak itu, memaki sambil terkekeh.
Letnan Cowie menarik nafas panjang, tetapi matanya menatap tajam pada si Bungsu.
“Maaf, tadi Anda mengatakan bukan tentara mana pun. Saya yakin itu. Saya juga yakin Anda bukan mata-mata pihak mana pun. Namun kenapa Anda berada bersama pasukan yang membebaskan MacMahon? Anda penunjuk jalan bagi pasukan pembebas itu…?” ujar Cowie.
“Tidak, saya datang ke sana karena harus membebaskan seseorang. Kebetulan di tempat dia ditawan ada MacMahon dan tawanan lainnya. Membebaskan seorang tawanan atau tujuh belas, saya rasa sama saja.…”
“Maksudnya, Anda membebaskan ketujuh belas tawanan itu sendiri?” ujar Cowie.
Tidak hanya Letnan Cowie yang sangat ingin tahu jawaban orang Indonesia ini, tapi juga ketiga tawanan lainnya. Mereka menatap si Bungsu na­nap-nanap.
“Tidak, kami berempat….”
“Tiga lainnya adalah pasukan Amerika?”
“Tidak, tiga lainnya adalah orang Vietnam….”
“Tentara semua?”
“Hanya satu. Itu pun bekas tentara. Yang dua lagi penduduk sipil. Yang satu seorang lelaki tua, sekitar 55 tahun. Yang seorang lagi anaknya, seo­rang gadis berusia sekitar 15 tahun….”
Terdengar umpat, sumpah dan gerutuan dari si hampir botak dan dua tentara lainnya.
“Siapa yang Anda cari untuk dibebaskan itu?” ujar Cowie.
“Roxy.…”
“Oh Tuhan, Roxy Roger maksud Anda?”
“Ya….”
“Anda dibayar ayahnya untuk mencari dan membebaskan cewek itu?”
“Rencananya ya….”
“Maksud Anda…?”

2 Comments

  1. mantap…

  2. makin penasaran se,ko ha….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s