Dari Kecamuk Perang Saudara Ke Dallas Menuntut Balas (Episode II – 684)

Atau ke dadanya yang seakan-akan mau pecah karena tertekan ke lantai. Nampaknya si lelaki sedang membicarakan peristiwa tadi, yang membuat wanita itu terpekik-pekik. Si wanita nampaknya memang centil, atau katakanlah dia termasuk wanita jongkek. Sebab tiap sebentar, bila ada yang agak lucu atau yang tak dapat dia komentari, tangannya mencubit paha lelaki tersebut. Akan halnya lelaki, yang masih berusaha berta­han duduk, nampaknya berprinsip “Bukan kaba sambarang kaba, kaba dibao mantiko muncak. Bukan saba sambarang saba, saba mananti kutiko rancak”.
Dan saat kutiko rancak itu tiba, yaitu saat darahnya sudah naik ke ubun-ubun, dia menjerembabkan diri ke atas tubuh perempuan jongkek yang sok-sok mene lungkup itu. Perempuan itu terpekik kecil. Bukan pekik terkejut apalagi pekik marah. Dari pekiknya saja orang pasti bisa menebak dia memang jongkek. Sebab pekiknya hanya perlahan, diiringi erangan, entah apa yang dierangkannya. Pokoknya dia mengerang. Si lelaki yang juga bertubuh agak kurus, segera membuat pekerjaan tangan. Maksudnya tangannya bekerja ke bawah, ke atas. Meraba meremas.
Dan si perempuan nampaknya memang mengharap kan semua yang diperbuat si lelaki. Dia menelentangkan diri. Kemudian dia pula yang mendahului membuka baju si lelaki.
“Suara seperti itu pasti suara poyok…” ujar Tim Smith menggerendeng.
Ke empat lelaki lain dalam lobang sekapan itu hanya berdiam diri. Dari atas sana makin jelas terdengar suara wanita dan lelaki. Mengerang, mendesah. Makin lama makin keras, makin lama makin cepat. Kemudian suara pekik panjang perempuan, kemudian suara pekik panjang lelaki. Lalu diam.
“Ayo main tebak-tebakan. Kenapa mereka memekik?” tiba-tiba kesunyian di dalam lubang itu dipecahkan oleh suara Tim Smith, sersan yang rambutnya hampir botak dan tukang carut itu.
Pertanyaan yang dia lontarkan mau tak mau membuat semua yang ada dalam lobang itu nyengir. Jarang sekali mereka bisa tersenyum. Hal itu disebabkan tak satupun yang bisa dianggap lucu, atau tak satupun bisa menghibur hati mereka selama berada dalam lobang terkutuk itu. Namun ucapan yang dilontarkan Tim Smith sebentar ini, ajakan untuk main tebak-tebakan kenapa kedua orang di atas sana memekik-mekik, benar-benar memaksa mereka untuk tersenyum.
Meski senyum yang lebih tepat disebut nye­ngir. Sebab, betapapun bentuk senyum yang tergurat di wajah orang-orang seperti mereka, yang kelihatan adalah guratan muram. Segala bentuk ekspresi, termasuk ekspresi marah, menjadi berbeda tampilnya di wajah, karena dirobah oleh ketegangan dan derita selama bertahun di dalam penyekapan.
“Ayo, siapa bisa menerka. Kenapa mereka memekik?” kembali Smith melontarkan pertanyaan.
Tak ada yang menjawab, selain senyum tergurat di wajah setiap orang dalam lobang itu, termasuk si Bungsu. Sampai akhirnya Kopral Jock Graham, petugas bahagian radio yang sama-sama diangkut dengan truk bersama si Bungsu, memberikan jawaban.
“Mereka dicekik hantu…” ujarnya.
Jawaban itu membuat senyum semakin lebar di wajah kelima lelaki tersebut.
“Mereka bukan dicekik hantu, tapi pekik menyindir. Kau yang disindirnya, Smith…” ujar Sersan Mike Clark.
Mereka tersenyum lagi. Smith yang semula tertegun, tiba-tiba terkekeh.
“Bukan, bukan aku yang mereka sindir de­ngan pekiknya itu. Mereka menyindir kita semua…” ujar Smith.
Mereka kemudian pada tertawa. Tetapi setelah itu, hari-hari mereka lalui dengan kesunyian dan derita panjang. Memang tak ada penyiksaan dalam bentuk pemukulan. Tapi apa yang mereka alami dalam lobang itu tak kalah dahsyatnya dari penyiksaan dalam bentuk sepak dan terjang. Akan halnya sepak, terjang atau cabut kuku, itu mereka alami di tahun pertama mereka tertangkap. Co­wie misalnya, giginya copot dua buah akibat dihajar popor senapan.
Smith kalau berjalan..

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s