Tikam Samurai (Bagian 53)

Tiba tiba dia dengar keluhan. Dia segera bangkit dan menoleh. Si Upik… Gadis berumur tiga belas tahun itu juga habis diperkosa. Pakaiannya centang perenang. Dia tersandar di rumpun bambu.

“Upik. Ya Allah, nasib apa yang menimpa kalian dik …”

Ujar si Bungsu sambil mengangkat tubuh gadis itu, sementara air matanya telah memabasahi pipi. Si Upik menggeleng. Dia pegang tangan si Bungsu, kemudian berkata perlahan :

“Uda … Uda … dimana amak ?”

Si Bungsu menggigit bibir agar tak menangis. Dia segera teringat nasib dirinya. Betapa dahulu ibu, ayah dan kakaknya dibunuhi Jepang. Bagaimana dia akan mengatakan pada si Upik bahwa ibunya telah terbunuh? Bagaimana?

“Tolong carikan amak. Uda. Tadi dia diseret Jepang kebelakang. Uni Mei-mei berada di pondok di tengah rumpun bambu itu, di tempat uda latihan ….”

Gadis kecil itu terkulai kepalanya di tangan si Bungsu. Penderitaan yang tiada taranya itu telah merengut nyawanya. Si Bungsu menegadah ke langit yang gelap. Dia memeluk mayat gadis itu dan.. menangis.

“Maafkan saya Upik, Maafkan saya terlambat membantu kalian. Ya Tuhan, kenapa aku pergi pula malam ini ?”

Mayat itu dia baringkan di dekat mayat ibunya. Kemudian dia segera ingat pada Mei-mei. Seperti terbang dia menuju kepondok kecil itu. Tapi lagi lagi d ia tertegak kaku. Pondok itu sudah runtuh seperti diobrak abrik setan.

“Mei-mei ..” dia ingin berteriak memanggil.

Tapi saking cemasnya, yang keluar dari mulutnya hanyalah keluhan kecil. Keluhan diantara mata yang basah.

“Koko …” sebuah rintihan halus dekat rumpun bambu.

Rintihan itu sudah cukup bagi si Bungsu untuk mengetahui dimana gadis itu berada. Dia melompat kesana. Hari sangat gelap. namun dia mendapatkan tubuh Mei-mei tersandar kepohon bambu.

“Mei-mei …”

“Koko ..” dia peluk gadis itu.

Mei-mei ingin membalas pelukannya. Namun tangannya seperti tak ada tenaga. Tapi dia tetap juga membalas pelukan anak muda itu, di dalam hati. Si Bungsu memangku tubuh adiknya itu ke bekas rumah Datuk Penghulu. Kemudian membaringkannya di tempat bersih. Dalam cahaya api wajah Mei-mei kelihatan sangat pucat.

“Moy- moy …”

“Koko …”

Dengan suara putus putus Mei-mei menceritakan dari mula kisah kedatangan Jepang itu. Kisah dia membunuh kelima Kempetai yang akan memperkosanya itu. Kemudian menceritakan kedatangan dua belas Kempetai yang telah membakar dan memperkosa mereka bergantian.

Advertisements

1 Comment

  1. Carito tikam samurai ko yo bana sero,tolong lanjuik kan sampai tamat.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s