Parang Pariaman (bagian 17)

Tidak seorangpun di antara tentara Inggeris yang tahu, bahwa orang yang berada di punggung kuda itu beberapa tahun yang lalu pernah menghancurkan batu cadas yang menjadi dinding Bukit Tambun Tulang.
Saat jarak antara orang berkuda itu sampai ke loji hanya lima belas meter.
“Tembak…!” ujar Galaghan tegas.
“Tembaaak….!!” pekik Cory.
Pemantik sumbu meriam mendekatkan api ke lobang sumbu meriam. Belasan tentara di atas loji memasukkan jari tunjuk mereka ke pelatuk, untuk menembak.
Saat itu pula Giring-Giring Perak yang telah menghimpun tenaga, mengangkat kedua tangan setinggi dada. Kemudian dengan dua telapak tangan menghadap ke depan, dia seperti mendorong sesuatu yang amat berat.
Lalu, terjadilah apa yang harus terjadi.
Sedetik sebelum api memicu sumbu meriam, sedetik sebelum pelatuk belasan bedil ditarik serdadu di atas loji, sepuputan tenaga yang hebatnya sukar untuk digambarakan dengan kata-kata, menghantam lobang tiga meriam di dinding loji yang terbuat dari kayu sebesar paha dan batang kelapa itu.
Hantaman tenaga dalam yang amat dahsyat itu menjungkalkan ketiga meriam yang sudah terpicu di balik pagar kayu besar itu. Sesaat sebelum tiga meriam berikut selusin tentara di dekatnya tercampak membentur dinding jauh di belakangnya, salah satu meriam itu meledak saat moncongnya menghadap ke atas.
Ledakannya menghancurkan tubuh Kapten Galaghan, Letnan Corry dan selusin tentara di dekatnya. Meriam yang dua lagi meledak saat moncongnya terputar ke arah gudang mesiu. Sekitar satu ton mesiu di gudang itu meledak. Gelegar akibat ledakan beruntun membahan menghancur leburkan hampir seluruh loji yang amat ditakuti itu.
Membunuh lebih dari lima puluh tentara Inggeris yang tersisa dari perang bersosoh kemaren! Api dan asap tebal membubung dari loji yang ditakuti sekaligus amat dibenci orang Pariaman itu. Beberapa ekor kuda yang masih hidup lari bertemperasan.
Orang-orang Pariaman terkejut mendengar ledakan yang mengguncang bumi itu.
—o0o—
Di akhir abad ke 18, Napoleon, Kaisar Prancis yang juga berkuasa atas Belanda, menyerang Kerajaan Inggeris. Dengan demikian Inggeris menghadapi dua musuh dari dua negara, Prancis dan Belanda. Perang di jantung Eropah itu sekaligus menyulut perang satu lawan dua negara tersebut di diseluruh jajahannya di dunia.
Di Eropah, tentara Inggeris berhasil memenangkan pertempuran melawan tentara Napoleon dan Belanda. Pasukan Inggeris yang menang melawan tentara Napoleon inilah yang dikirim ke pulau-pulau di berbagai samudera, termasuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda.
Menang melawan Napoleon di Eropah, pimpinan Inggeris di Calcutta, India, yang membawahi Benua Asia memerintahkan angkatan lautnya merebut wilayah Sumatera Barat yang kaya dengan emas dan rempah-rempah dari tangan Belanda.
Angkatan perang Inggeris mendarat di pantai Barat Sumatera pada Tahun 1795, adan segera berhasil merebut pos-pos (loji) Kompeni (V.O.C) di Padang tanpa perlawanan yang berarti. Dengan jatuhnya pos-pos Belanda di Padang, maka pos-pos mereka di daerah pesisir seperti di Salido, Painan, Pariaman dan Tiku juga menyerah pada Inggeris.
Sejak tahun 1795 itu, bermulalah penjajahan Inggeris atas pesisir Minangkabau. Saat itulah remuknya loji dan pasukan Inggeris di Pariaman dalam episode “perang pariaman” ini terjadi.
Sejarah dunia mencatat, daerah-daerah yang semula dikuasai Belanda kemudian direbut oleh Inggris seperti Padang, Salido, Painan, Pariaman dan Tiku, termasuk Bengkulu, akhirnya berdasar perjanjian atau dikenal dengan “Traktat London” Tahun 1814 dikembalikan lagi kepada Belanda.
Akibat luasnya lautan, sementara mesin kapal belum ditemukan dan karenanya kapal-kapal perang baru memakai layar, penyerahan daerah jajahan dari Inggris ke Belanda itu baru efektif terjadi lima tahun kemudian, yaitu Tahun 1819.
Saat penyerahan kekuasaan dari Inggeris kepada Belanda, Loji Inggeris di Pariaman sudah remuk redam dalam “Perang Pariaman” yang dimotori perguruan Sunua dan Ulakan, dan ’disudahi’ oleh Giring-Giring Perak. Begitu kata sahibul hikayat.@
– TAMAT –

1 Comment

  1. Sip ceritanya bagus


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s